Dulu pas umur 17 tahun, di usia semangat-semangatnya "menemukan" diri, aku malah dikenalkan dengan Tuhan. Allah, Islam, dan identitasku sebagai muslim. Belakangan aku sadar, ketika aku mulai lengah dengan konsep diri, di situ juga aku secara ga sadar menjauh dari Allah. Hmm, kenapa ya? Pagi ini, pertanyaan itu terjawab oleh Ustad Aad atau mungkin lebih dikenal Bang Aad. Beliau mengutip kalimat Rumi soal konsep diri, "Barang siapa mengenal dirinya, maka ia mengenal Tuhannya". Aku langsung paham karena pengalamanku juga bilang demikian. Kalau aku di titik bisa jujur dengan diri sendiri, tentang siapa aku, apa minatku, apa tujuanku; maka aku menemukan kemudahan mengerti Tuhanku, jalan yang Ia arahkan untukku, dan peran yang Ia titipkan di pundakku. Regardless, skala kecil atau besar. Namun sebaliknya, ketika pandanganku soal diri menghambur, rasanya jalan Allah itu sempit sekali. Kemudian Bang Aad juga menyempaikan, bahwa dari nama-nama Allah, kita bisa melihat refleks...
Comments
Post a Comment