Teruntuk Lima Nama
Hari ini pertama kalinya Shaskia nangis sampai air mata berlinang dan hidung mampet di masjid FTIP. Auto sedih kalau habis ngobrolin perskripsian dalam forum. Bukannya aku ga mau berbagi cerita tentang skripsiku, tapi kalau ceritanya dalam forum aku berasa lost kid. Orang-orang ngomongin sidang apa, sidang apa. Lalu ada aku. Mau ketemu dosen pembimbing pun harus nunggu tanggal 14 Agustus dan hari ini tanggal 6 Agustus. Itu sih kekuranganku yang harus dikikis. Kebiasaan ngebandingin hidupku dengan hidup orang lain. Kebiasaan yang ga baik dan ujung-ujungnya cuma bikin kurang bersyukur sama kondisi diri. Padahal apapun yang kita punya hari ini, apapun yang kita jalani hari ini tuh titipan Allah.
Jadi inget beberapa hari di minggu-minggu lalu yang aku habiskan di Bandung. Aseli waktu itu Shaskia lagi bahagia-bahagianya. Aku ketemu teman-teman baru dan lewat mereka Allah sekali lagi menolong Shaskia bangkit dari kejenuhan sama lingkungannya. After all kayanya emang aku ini lebih condong extrovert, karena ketemu orang baru sama dengan semangat baru.
Kondisi kami sama-sama sedang berusaha sebisa mungkin selalu semangat mengejar tenggat waktu wisuda. Mereka Oktober dan aku November. Aku adalah anak bawang yang tiba-tiba nyempil di antara mereka, tapi entah gimana ceritanya aku merasa nyaman. Padahal kami jalan bareng baru.. beberapa hari? Sehari-hari ada aja omongan yang saling nyemangatin, saling ngingetin, saling menghibur.
Teruntuk 5 nama yang ga perlu aku sebutkan satu-persatu, kalau kamu baca ini kamu tau kamu salah satu dari nama itu. Jalanan Dago di malam hari biasa kita lewati dengan taksi online. Aku mengerti perasaan kalian. Dikejar deadline dengan semua kondisi kalian masing-masing. Yang TA-nya susah dikerjain, berkali-kali bikin coding dan tetep belum berhasil, kejar tanggal sidang, susah nemuin dosennya. Ada lagi yang tinggal sidang akhir, tiba-tiba keseleo dan harus pake kruk. Belum lagi dosen penelaahnya diganti sedetik sebelum sidang. Kebayang ga, sih? Yang asalnya udah bikin skenario kira-kira bakal gimana sidangnya, terus tiba-tiba dosen penelaahnya diganti. Kaya???
Tapi yowis apapun cobaannya, jalan aja terus dan tau-tau semua kemalangan itu akan terlewati.
Akhirnya, sambil jalan pake kruk dia bisa foto di Plawid bawa balon dengan inisial gelarnya.
Teruntuk 4 nama yang tau siapa orang yang baru aku ceritakan,
percayalah kamu akan ada di posisi itu segera. Foto di Plawid sambil bawa balon S.T. setelah melewati sidang akhir yang deg-degannyaa masyaAllah. Kemudian Shaskia punya alasan untuk beli bunga lucuk-lucuk lagi hahaha.
Aku tau, ucapan "ayo kamu pasti bisa" kedengeran basi karena tekanan yang kalian hadapi lebih besar dari itu. Aku pernah bilang,
"Yakin aja dulu, biar kamu bergerak terus. Masalah nanti tercapai atau engga gimana nanti."
Walaupun itu sebenernya lebih cocok kalau aku omongin depan cermin (a.k.a ke diri sendiri) tapi omongan itu tulus setulus-tulusnya biar kalian semangat teros.
Salah satu dari kalian bilang kalau hidup itu kompetisi. Saling berlomba-lomba menjadi yang terbaik. While I disagree because I think all mankind are in the same purpose, to make the world better everyday. So why bother thinking "who's better than who" when at the end we aim to make the world at its' best?
Apapun yang kamu percayai, jadilah definisi terbaik menurut kamu. Berproses sambil mendekap sabar. Sekecil apapun progres adalah progres dan pasti ada maknanya. Kalau bukan untuk TA-mu, mungkin untuk jadi pegangan hidup kedepannya? Percayalah Allah menyelipkan hikmah di setiap harimu.
Jadi inget beberapa hari di minggu-minggu lalu yang aku habiskan di Bandung. Aseli waktu itu Shaskia lagi bahagia-bahagianya. Aku ketemu teman-teman baru dan lewat mereka Allah sekali lagi menolong Shaskia bangkit dari kejenuhan sama lingkungannya. After all kayanya emang aku ini lebih condong extrovert, karena ketemu orang baru sama dengan semangat baru.
Kondisi kami sama-sama sedang berusaha sebisa mungkin selalu semangat mengejar tenggat waktu wisuda. Mereka Oktober dan aku November. Aku adalah anak bawang yang tiba-tiba nyempil di antara mereka, tapi entah gimana ceritanya aku merasa nyaman. Padahal kami jalan bareng baru.. beberapa hari? Sehari-hari ada aja omongan yang saling nyemangatin, saling ngingetin, saling menghibur.
Teruntuk 5 nama yang ga perlu aku sebutkan satu-persatu, kalau kamu baca ini kamu tau kamu salah satu dari nama itu. Jalanan Dago di malam hari biasa kita lewati dengan taksi online. Aku mengerti perasaan kalian. Dikejar deadline dengan semua kondisi kalian masing-masing. Yang TA-nya susah dikerjain, berkali-kali bikin coding dan tetep belum berhasil, kejar tanggal sidang, susah nemuin dosennya. Ada lagi yang tinggal sidang akhir, tiba-tiba keseleo dan harus pake kruk. Belum lagi dosen penelaahnya diganti sedetik sebelum sidang. Kebayang ga, sih? Yang asalnya udah bikin skenario kira-kira bakal gimana sidangnya, terus tiba-tiba dosen penelaahnya diganti. Kaya???
Tapi yowis apapun cobaannya, jalan aja terus dan tau-tau semua kemalangan itu akan terlewati.
Akhirnya, sambil jalan pake kruk dia bisa foto di Plawid bawa balon dengan inisial gelarnya.
Teruntuk 4 nama yang tau siapa orang yang baru aku ceritakan,
percayalah kamu akan ada di posisi itu segera. Foto di Plawid sambil bawa balon S.T. setelah melewati sidang akhir yang deg-degannyaa masyaAllah. Kemudian Shaskia punya alasan untuk beli bunga lucuk-lucuk lagi hahaha.
Aku tau, ucapan "ayo kamu pasti bisa" kedengeran basi karena tekanan yang kalian hadapi lebih besar dari itu. Aku pernah bilang,
"Yakin aja dulu, biar kamu bergerak terus. Masalah nanti tercapai atau engga gimana nanti."
Walaupun itu sebenernya lebih cocok kalau aku omongin depan cermin (a.k.a ke diri sendiri) tapi omongan itu tulus setulus-tulusnya biar kalian semangat teros.
Salah satu dari kalian bilang kalau hidup itu kompetisi. Saling berlomba-lomba menjadi yang terbaik. While I disagree because I think all mankind are in the same purpose, to make the world better everyday. So why bother thinking "who's better than who" when at the end we aim to make the world at its' best?
Apapun yang kamu percayai, jadilah definisi terbaik menurut kamu. Berproses sambil mendekap sabar. Sekecil apapun progres adalah progres dan pasti ada maknanya. Kalau bukan untuk TA-mu, mungkin untuk jadi pegangan hidup kedepannya? Percayalah Allah menyelipkan hikmah di setiap harimu.
Comments
Post a Comment